,

Akhirnya Saya Vaksinasi Booster juga!

oleh -98 views
Akhirnya Saya Vaksinasi Booster juga!

Vaksinasi Booster

Menilik judul saya pada hari ini yaitu “Akhirnya Saya Vaksinasi Booster Juga” mungkin sebagian para sahabat ada yang akan berkomentar,

“Kok baru vaksin Booster?” “Kemarin kemana saja?” “Hadeuh lebay banget sih!” “Biasa saja kali.”

www.domainesia.com

Dan mungkin ada banyak rentetan kalimat yang mutar-mutar di dalam isi kepala beberapa orang yang kurang sependapat dengan postingan saya. Hehehe

Memang sih, awalnya saya pribadi juga merasa dilema sebelum memutuskan hal ini, kaya istilah Syahrini, “Maju mundur maju mundur cantik, cantik”.

Perihal Tentang Vaksinasi Booster

Perihal tentang vaksin Booster ini memang banyak pro dan kontra-nya. Sebut saja salah satu berita yang pernah muncul dan sempat membuat heboh warga net dengan judul berita, “Setelah Vaksinasi Booster, si A lumpuh kakinya!”

Ada lagi judul berita, “Lumpuh sebelah badannya setelah Vaksin Booster!”

Begitu banyak nya berita negatif lainnya yang mengiringi Vaksin Booster ini jujur saja sempat membuat saya merasa gamang. Apalagi vaksin ketiga ini ‘seperti’ tidak diwajibkan, dalam artian bahwa Vaksin Booster Covid-19 ini hanya untuk yang memiliki keinginan dari diri sendiri.

Seperti kita ketahui bersama, khususnya tenaga pendidik, untuk vaksin 1 dan 2 itu diwajibkan dan tanggalnya sudah ditentukan serta didata, berbeda dengan vaksin ketiga ini.

Awalnya saya menunggu pengumuman atau perintah dari Dinas Pendidikan, makanya saya agak sedikit santai, tapi saya merasa terusik, ketika teman-teman sudah Vaksinasi Booster Covid-19 di Sekolah masing-masing, berbarengan dengan para peserta didik yang di vaksinasi.

Saya bertanya-tanya, “kapan jadwal saya?”

Akhirnya, melalui salah seorang wali murid yang memiliki profesi Bidan di Puskesmas, saya mengetahui, bahwa jadwal Vaksinasi di Puskesmas, setiap hari Rabu.

Karena kesibukan dan saya dimutasi, informasi jadwal Vaksinasi terlupakan, di sekolah baru ada guru olahraga yang selalu memberitahu tentang jadwal Vaksinasi di Puskesmas yang berdekatan dengan sekolah, yaitu setiap hari Kamis pukul 09.30 s d 11.30 WIB.

Seperti biasa, beberapakali jadwal itu kembali terlewatkan, karena hampir selalu berbarengan dengan jadwal rapat atau kegiatan sekolah yang tidak mungkin saya tinggalkan.

Seperti biasa, guru olahraga kembali mengumumkan; bahwa tanggal 31 Maret 2022 adalah vaksinasi terakhir, karena menjelang bulan Ramadhan, mendengar itu, tanpa melihat jadwal kegiatan di Sekolah, akhirnya saya niatkan untuk ikut Vaksin Booster.

Saya berangkat ke sekolah dan mengajak para guru yang belum ikut Vaksinasi Booster untuk pergi bersama saya, kami berangkat ke Puskesmas Kesambi, karena sekolah saya memang masuk Kelurahan Kesambi

Saya ikut Vaksinasi Booster

Pagi hari setelah sarapan (padahal biasanya saya jarang sekali sarapan), saya berangkat ke sekolah dan mengajak para guru yang belum ikut Vaksinasi Booster untuk pergi bersama saya, kami berangkat ke Puskesmas Kesambi, karena sekolah saya memang masuk Kelurahan Kesambi, beda Kelurahan dengan sekolah yang lama.

Setelah antri cukup lama, akhirnya saya dipanggil oleh petugas, di cek tensi dan ternyata lumayan tinggi, yaitu 142, padahal biasanya tensi saya sekitaran 120.

Setelah antri cukup lama, akhirnya saya dipanggil oleh petugas, di cek tensi dan ternyata lumayan tinggi, yaitu 142, padahal biasanya tensi saya sekitaran 120.

Setelah di cek dan dinyatakan bisa melakukan Vaksinasi Booster, akhirnya saya di vaksin, dan Alhamdulillah, tidak seperti Vaksin 1 yang efeknya sangat terasa, Vaksin Booster ini hanya terasa pusing sedikit dan ngantuk.

Niat hati setelah pulang ingin istirahat, eh setiba di rumah saya malah semangat bersih-bersih rumah, hehehe.

Tentang Vaksin Booster ini memang begitu banyak rumor yang telah saya dengar sebelum, banyak hal negatif yang lebih sering saya dengar daripada hal positifnya.

Terlepas dari pro dan kontra yang mengiringi Vaksin Booster ini, saya pribadi hanya berikhtiar untuk kesehatan saya, urusan nyawa, saya serahkan semuanya kepada sang Pencipta.

Salam,
ADSN1919

Rumah Fiksi 1919

Tentang Penulis: Rumah Fiksi 1919

Gambar Gravatar
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan