Harta Karun Versi Anak-anak

oleh -36 views

Halo sahabat-sahabatku di diwa1919.com, bagaimana keadaannya, semoga sehat semua ya? Jangan lupa menjaga kesehatan.

www.domainesia.com

Kali ini aku akan berbagi kisah masa kecilku yang kuberi judul
Harta Karun Versi Anak-anak, oh ya kembali ke soal kesehatan, bagiku menulis adalah salah satu cara agar imunku tetap terjaga, tentu saja tidak semua orang memiliki cara yang sama untuk menjaga imun tubuhnya. yuk ah kita menjaga kesehatan sesuai hoby kita.

Hmmm tentu sahabat-sahabatku pernah merasakan saat-saat yang menyenangkan semasa kecil, entah mengapa saat ini aku terkenang ketika semasa SD dulu, ketika masih tinggal di Cariu sebuah kecamatan yang merupakan ujung timur Kota Bogor.

Di sana aku tinggal selama 4 tahun lamanya, yaitu sekitar tahun 1984 s.d 1988. Mungkin banyak yang bertanya kenapa aku tinggal di Cariu hanya 4 tahun saja, baiklah dengan tulisan singkat ini aku akan menjawabnya.

Aku, kakak dan adik menghabiskan masa kecil di Cariu karena ikut bapak yang bertugas di sana, kebetulan beliau mendapat tugas di Cariu selama 4 tahun dan pindah ke Kota Depok sampai dengan sekarang.

Cariu merupakan tempat yang paling berkesan bagiku ketika mash kecil-kecil dulu, disana aku benar-benar membolang, main di sawah dan di sungai.

Ketika masih kecil dulu kulitku hitam kecoklatan, karena sering bermain di bawah sinar matahari.

Seringkali aku pulang ke rumah dimarahi bapak atau ibu karena tidak tidur siang, baju lengket basah kena keringat dan kotor, karena aku main di sawah. Aku hanya diam ketika dinasehati. Biasanya bapak memberi nasehat setelah sholat magrib.

Ketika kecil kita pastinya punya barang-barang yang kita sayangi, bisa berupa gelang, kalung, cincin yang semuanya pasti hanya mainan, bisa juga kartu-kartu, mainan boneka dari kertas dan masih banyak lainnya.

Aku juga waktu kecil punya ‘harta Karun’ yang aku simpan dalam plastik bening dan kusembunyikan di dalam lemari pakaian. Hehehe saat itu pikiran kekanakan ku adalah jangan sampai ‘harta karunku’ itu ditemukan oleh orang yang ada di rumah selain aku.

Rumah Fiksi 1919

Tentang Penulis: Rumah Fiksi 1919

Gambar Gravatar
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan