,

Kenangan yang Memberi Warna

oleh -71 views
Kenangan yang Memberi Warna Hidup
Kenangan yang Memberi Warna Hidup

Dalam Kenangan

Selamat datang kembali di halaman catatan adsn1919! Sudah lama sekali rasanya saya tidak menuliskan sesuatu di sini. Tapi jangan khawatir, kali ini saya akan menghadirkan sebuah goresan pena yang mungkin akan mengingatkan kita pada kenangan-kenangan indah. Jadi, mari kita mulai!

Kenangan yang Abadi

Kenangan adalah sesuatu yang tak tergantikan. Ia adalah harta yang kita simpan di dalam relung hati. Mungkin ada kenangan yang membuat kita tersenyum, ada juga yang membuat kita terisak. Namun, tak peduli bagaimana bentuknya, kenangan selalu memberikan warna pada hidup kita.

www.domainesia.com

Ingatlah saat kita masih kecil, bermain dengan teman-teman di halaman rumah. Setiap sore, kita saling berlomba dan tertawa riang. Itu adalah kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Atau mungkin kenangan saat pertama kali kita jatuh cinta. Rasa gugup dan bahagia yang meliputi hati kita saat itu. Ah, indahnya!

Kenangan yang Pahit

Tidak semua kenangan adalah bunga-bunga indah. Kadang-kadang, ada juga kenangan yang pahit. Mungkin itu adalah saat kita kehilangan seseorang yang kita sayangi, atau mungkin saat kita menghadapi kegagalan yang menyakitkan. Namun, jangan biarkan kenangan pahit menguasai hidup kita.

Berikanlah waktu pada diri sendiri untuk menyembuhkan luka dan belajar dari pengalaman. Ingatlah, kenangan pahit juga bisa menjadi pelajaran berharga. Ia mengajarkan kita tentang kekuatan dan ketahanan yang ada di dalam diri kita. Jadi, jangan biarkan kenangan pahit menghalangi langkah kita menuju masa depan yang lebih baik.

Kenangan yang Menginspirasi

Selain kenangan yang abadi dan pahit, ada juga kenangan yang menginspirasi. Kenangan ini adalah sumber energi positif yang bisa memotivasi kita untuk terus maju. Mungkin itu adalah saat kita berhasil mencapai tujuan yang kita impikan, atau mungkin saat kita membantu orang lain dan melihat senyuman bahagia di wajah mereka.

Saat kita merasa lelah dan putus asa, ingatlah kenangan-kenangan yang menginspirasi. Mereka adalah penguat semangat yang bisa membuat kita bangkit dari keterpurukan. Jangan pernah meremehkan kekuatan yang dimiliki oleh kenangan-kenangan indah ini.

Kenangan yang membawa pada kesedihan

Sangat menyakitkan,  bila kita merindukan seseorang yang kita sayangi, tapi tidak bisa bertemu. Lebih menyakitkan lagi bila orang yang kita rindukan sudah tiada. Kata-kata ini sering saya dengar dari teman yang sudah kehilangan orang yang dicintainya, hingga hanya doa yang bisa dia dipanjatkan untuk mengenang orang yang telah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Begitupun suasana rumah, terasa sepi bila orang yang dituakan  sudah tiada, lebaran terasa sepi, karena yang biasa berkumpul menjadi berpencar dengan kesibukan dan keluarga masing-masing, tidak ada lagi pengikat untuk berkumpul.

Perbedaan ini saya rasakan, ketika kakek masih ada dan setelah tiada, rumah kakek terasa sepi, tidak seramai seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya melihat wajah orang tau, wajah mereka semakin menua, semoga saya bisa bersama bapak dan ibu di lebaran yang akan datang, sepertinya belum siap kalau saya harus kehilangan mereka.

Entah kenapa di hari Idul Fitri tahun ini dan sampai sekarang, hati ini mudah sedih, tiba-tiba menangis entah apa yang ditangisi, rasa syukur yang tak terhingga saya masih bisa merasakan lebaran dengan orang tua dan saudara-saudara, bisa berkumpul secara komplit itu sangat sulit selain di hari raya. Suatu kebahagiaan bisa melihat orang-orang yang saya sayangi sehat dan bahagia.

Selama bulan puasa tahun ini, ada saudara, orang tua siswa, rekan Kepala sekolah, guru bahkan siswa yang mendahului bertemu dengan sang Pencipta, banyak kesedihan dan air mata yang saya lihat, perpisahan yang sangat menyakitkan, melepas orang tua siswa, saudara, rekan Kepala Sekolah dan siswa yang terbungkus kain putih dan ditimbun tanah sendirian.

Mulut yang biasa berkata-kata tertutup rapat, tidak bisa protes ketika dimandikan. Mata yang biasa  terbuka, tertutup rapat meski air mengguyurnya. Hidung yang biasa menghirup udara harus ditutup kapas, sudah tidak bisa apa dan tak berdaya. Begitu lemahnya kita bila nyawa sudah lepas dari badan.

Bisa saja orang yang kita benci, mereka yang memandikan, menyolatkan, mengantar kita ke liang lahat dengan doa yang tulus untuk kita, dan bisa juga orang yang baik pada kita ketika masih hidup, bersikap berbeda ketika kita menjadi mayat, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Apa gunanya kita mencari musuh dan merasa paling berkuasa, kita tidak bisa apa-apa bila kita sudah menjadi mayat.

Meski saya tidak merasa selalu berbuat baik, meski malu pada Sang Pemberi Nyawa, saya selalu berdoa ditempatkan yang menurut-Nya pantas untuk saya.

Kenangan yang Terus Hidup

Kenangan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Ia adalah benang merah yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Meskipun waktu terus berjalan, kenangan tetap hidup di dalam hati kita. Mereka adalah saksi bisu dari perjalanan hidup yang telah kita lalui.

Jadi, mari kita hargai setiap kenangan yang telah kita miliki. Baik itu kenangan yang abadi, pahit, maupun menginspirasi. Mereka adalah bagian dari diri kita yang tak akan pernah hilang. Dan siapa tahu, suatu hari nanti, kita bisa kembali mengingat dan tertawa bersama atas kenangan-kenangan itu.

Terima kasih telah membaca goresan pena kali ini. Semoga tulisan singkat ini bisa mengingatkan kita akan keindahan kenangan-kenangan yang telah kita alami. Sampai jumpa di catatan adsn1919 berikutnya!

ADSN1919

Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Tentang Penulis: Rumah Fiksi 1919

Gambar Gravatar
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan

No More Posts Available.

No more pages to load.