, ,

Hujan, September dan Secangkir Kopi

oleh -253 views
Hujan, September dan Secangkir Kopi
Hujan, September dan Secangkir Kopi

**

Bulan September hampir berlalu saat engkau kembali menangis tersedu di bahuku, engkau ceritakan semuanya kepadaku, tentang perjuanganmu selama ini yang akhirnya berbuah manis. Sambil menangis haru, engkau peluk erat bahuku dan seperti tidak ingin melepaskan pelukanmu di bahuku, walau hujan telah berlalu.

www.domainesia.com

Apakah engkau tau? Di bulan September ini Aku bahagia dan juga terharu, sama sepertimu, aku mampu merasakan apa yang engkau rasakan walau engkau tidak ungkapkan kepadaku.

Aku tau bahwa engkau telah berjuang keras untuk apa yang engkau dapatkan hari ini. Dulu saat Aku baru mengenalmu, engkau selalu menceritakan semua yang engkau alami, baik yang sudah terjadi di masa lalu maupun apa yang baru saja terjadi di masa kini.

Aku ingat, saat itu engkau berkata,

“Apakah September akan selalu membawa hujan seperti saat ini?”

“Iya,”

“Apakah hujan yang turun di bulan September ini akan selalu membawa duka dan kesedihan yang mendalam seperti yang Aku alami?”

“Tidak! Tidak selamanya September membawa duka dan kesedihan, akan ada masa nya kelak September akan membawa kebahagian untukmu.”

“Kapan?”

Saat itu Aku hanya terdiam saat engkau menanyakan, kapan September akan membawakan kebahagiaan untukmu, tapi saat itu Aku yakin bahwa suatu saat engkau pasti akan bahagia, dan itu janjiku kepadamu.

Masih di bulan September yang telah lalu, Aku ingat, sambil menangis engkau ceritakan semuanya, tentang rasa duka dan juga kesedihanmu yang merasa sendirian dan terabaikan di luar sana, di luar dunia kita berdua.

Sambil menangis engkau berkata,

“Di luar sana tiada seorangpun yang mampu memahami tentang keadaanku yang sesungguhnya.”

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya,”

Hanya kalimat itu yang mampu ku ucapkan untuk meredakan tangis dan juga rasa sedihmu. Maafkan Aku.

Kini tanpa terasa Aku ikut menitikkan air mata bersamamu, untuk kebahagianmu, air mata ini turun bersama air hujan di bulan September yang kali ini datang membawakan kebahagiaan untukmu.

“Yakinlah bahwa ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok pasti akan lebih baik dari hari ini,”

Aku tau semua tentangmu, mengetahui dengan pasti semua perjuanganmu selama ini untuk bertahan agar tetap bisa menjadi“Manusia yang seutuhnya”, bukan hanya “Manusia” dari tampilan luarnya semata.

September, terima kasih untuk air hujan yang engkau curahkan di bulan ini, kopi susu yang kuminum saat ini terasa nikmat sekali. Semoga berkah dan kebahagiaan yang engkau turunkan saat ini akan kekal dan abadi selamanya. Aamiin.

Warkasa 1919
Latest posts by Warkasa 1919 (see all)

Tentang Penulis: Warkasa 1919

Ruang Berbagi & Informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.