Pemilik at Rumahfiksi.com
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan
Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Hari Bahagia Kaki-kaki mungil berlarian di atas permadani hijauTelapak kaki terasa dingin ketika embun mencengkramnyaTawa bahagia terdengar ditemani secangkir kopi susuMata bening menatap penuh pengharapan Tak mengapa rambut lengket terkena

Pemilik at Rumahfiksi.com
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan
Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Tuhan yang Maha Pengasih dan PenyayangAku titipkan hati ini hanya pada-MuKarena hanya Engkau yang mampu menjaga hati iniJauhkan rasa dendam dan amarah di hatiAku hanya manusia biasaYang hanya mampu menangis

Pemilik at Rumahfiksi.com
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan
Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Letih terasa ketika beban belum usai, menyesakkan dan membuat langkah perlahan, terus berjalan menghalau rintangan, cahaya tetap ada dan semakin mendekat. Aroma kopi hitam menyeruak terhirup memenuhi ruangan, melupakan beban

Pemilik at Rumahfiksi.com
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan
Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Tentang Sebuah Cerita Apakah kau tau, apa yang Ia ceritakan tentangmu? Tentang kekhawatirannya? Tentang cintanya? Cara Ia melindungimu yang tak pernah engkau tau. Aku hanya bisa tersenyum mendengar rangkaian cerita

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.