Sawang Sinawang

oleh -84 views
Sawang Sinawang
Sawang Sinawang

Sawang Sinawang

Penulis rasa tidak semua teman-teman penulis yang memahami arti sawang sinawang. Sebelum panjang lebar penulis menulis artikel ini, penulis akan mengartikan dulu apa itu arti sawang sinawang.

Menurut Wikipedia, sawang sinawang adalah sebuah ungkapan bahasa Jawa tentang perilaku membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Pepatah ini mengandung ajaran untuk tidak membanding-bandingkan kehidupan seseorang dengan orang lain, karena apa yang dipandang belum tentu seindah dan semudah yang tampak.

www.domainesia.com


*
Belum lama ini Penulis menjadi panitia pernikahan putra seorang teman kuliah Penulis. Suaminya adalah kakak kelas dan istrinya adalah teman kuliah Penulis, tak ada yang istimewa ketika kuliah dulu, sama seperti Penulis dan teman lainnya.

Pernikahan Putra teman Penulis itu bisa dibilang mewah, diadakan di hotel besar di Kota tempat tinggal Penulis, semua teman-teman dekatnya diberikan seragam, penulis adalah salah satu yang beruntung diberi seragam untuk resepsi itu. Makanan mewah melimpah ruah dan tuan rumah memilih harga yang paling mahal untuk para tamu.

Undangan sebanyak 2500 itu bisa dipastikan hadir memenuhi hotel tempat resepsi, dari pejabat sampai mahasiswa hadir. Tidak aneh selain dosen, suami teman Penulis itu seorang pengusaha properti juga, pendiri sekolah dari TK sampai perguruan tinggi yang pasangan ini dirikan.

Bisa dibilang teman Penulis ini sangat sukses, banyak teman-teman merasa kagum dengan ketercapaian teman penulis yang satu ini.

“Duh enak banget ya, baru nikah sudah disiapkan rumah dengan segala isinya plus kendaraan roda empat.”

“Wah senang banget ya, baru lulus sudah jadi dekan.”

“Enak banget, mau beli mobil tinggal bilang dan langsung dibelikan.”

Rentetan kekaguman dari para undangan terdengar oleh Penulis.

Yah, sudah tidak aneh ketika orang lain melihat kesuksesan orang lain itu terlihat mudah, mereka tidak tau perjuangan jatuh bangun yang dialami teman Penulis ini. Tidak setahun dua tahun meraih kesuksesan ini, dan orang lain hanya melihat hasilnya tanpa proses.


*
Satu kisah lagi
Penulis mengenal salah satu Penulis lain yang awalnya meminta diajari menulis dan sekarang menjadi lebih sukses, sedang Penulis tetap seperti ini. Apa penulis harus protes ketika murid lebih pintar dari gurunya.

Jangan sampai ada penyesalan di hati Penulis meski ada yang mencemooh, “Tuh lihat, si Hasan sudah hebat nulisnya, sudah jadi Penulis handal dan sudah banyak mencetak buku.”

“Wah, ini gurunya kalah ma si Hasan, bukannya maju malah mundur.”

Banyak lagi rentetan cemoohan lainnya yang membuat kuping Penulis panas, tapi biarlah yang mencemooh tidak tau kesibukan Penulis dan tidak tau setiap orang mempunyai masalah yang berbeda.

Menulis itu harus pikirannya tenang supaya ide banyak keluar, kalau Pikiran dipenuhi pekerjaan dan otak sudah lelah ide itu akan sulit muncul. Penulis akui, bila dulu kalau ada ide, Penulis langsung tulis, tapi sekarang penuh pertimbangan jadi ide itu berlarian entah kemana.


*
Masih ada satu kisah lagi
“Lihat tuh, anak pak Andi udah bisa baca, masa anak kita belum bisa baca,”

“Wah nilai raportnya bagusan anak saya ya, padahal anak saya ga pernah belajar,”

“Tuh lihat, Ratna bisa lebih gemuk dari anak kita, padahal Ratna sepantaran anak kita,”

“Kamu bodoh tidak seperti Ali, anak pak Ahmad yang jago matematika.”

Terkadang kita sebagai orang tua membanding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain, tanpa pernah mengetahui kesulitan yang anak kita alami.

Penulis berusaha tidak membandingkan antara satu dengan yang lain, karena penulis sendiri tidak suka dan tidak mau dibanding-bandingkan dengan orang lain, dan harus seperti orang lain. Inilah penulis dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Penulis tidak memaksa orang lain untuk suka atau benci ke Penulis, semua mempunyai hak masing-masing.

Seringkali orang itu hanya melihat hasil bukan prosesnya.

Semoga tulisan ringan ini ada manfaatnya untuk para Pembaca.

ADSN1919

Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Tentang Penulis: Rumah Fiksi 1919

Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan

2 thoughts on “Sawang Sinawang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.