Pemilik at Rumahfiksi.com
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan
Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Bunga layu berkembang kembaliTelah merekah segar mewangiHujan turun mengusap kuncup bungaMembangunkan dari tidur panjang Rintik-rintik pelan membasahi bumiTeduh, menyegarkanTak perlu berlari di tengah hujanKarena hujan belum deras Berteduh lebih amanTak

Berawal dari Medan, Sumatera Utara, 2 Mei 1998. Para mahasiswa berunjuk rasa. Ada sentimen anti-polisi. Ada kebencian di situ. Berbagai infrastruktur dan fasilitas aparat keamanan dirusak dan dihancurkan. Hingga pada 4 Mei 1998, sekelompok pemuda melakukan aksi pembakaran di beberapa titik di kota Medan. Sungguh anarkis.

Keadaan sesudah itu semakin mencekam. Di Jakarta, aksi demo krisis moneter para mahasiswa menelan empat korban jiwa. Dan siapa sangka, peristiwa tewasnya empat mahasiswa Universitas Trisakti di bulan Mei 1998 itu menjadi pemicu amuk massa yang menuntut pengunduran diri Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Kamis, 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundurkan diri. Wakil Presiden, B.J. Habibie, melanjutkan roda pemerintahan menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia dengan membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.