Pagi, Laptop dan Kopi

oleh -42 views

Letih terasa ketika beban belum usai, menyesakkan dan membuat langkah perlahan, terus berjalan menghalau rintangan, cahaya tetap ada dan semakin mendekat.

Aroma kopi hitam menyeruak terhirup memenuhi ruangan, melupakan beban kehidupan meski hanya sesaat, hidup terus berjalan.

www.domainesia.com

Pandangan sesaat tergoda untuk memandang kepulan kopi panas, kepulan asap seperti seorang penari yang sedang menari di atas pentas.

Terasa segar aroma kopi terhirup memenuhi kalbu, kopi itu memang hitam tapi terasa manis dengan gula yang hanya setitik, bagai kumpulan kejora yang dimasukkan dalam satu tempat.

Otak terasa segar meski sesaat, menyeruput kopi panas seolah menghentikan putaran dunia, tenang jauh dari kebisingan bagai hidup di pegunungan penuh ketenangan.

Pagi hari tanpa kopi bagai sayur tanpa garam bila tak percaya tanyakanlah pada tuan-tuan yang selalu menghirup kopi.

Dahaga hilang ketika kopi melewati tenggorokan, sangat nikmat. Duhai para peracik kopi terimalah salam santun dari penikmat kopi, baik kopi hitam maupun kopi susu yang selalu pas takarannya.

Andai dunia setenang seperti minum kopi di pagi hari, hanya bisa berandai-andai kenyataannya tidak seperti pengharapan
Nikmatilah hidup selagi nyawa melekat di badan.

Kokok ayam membuat terkenang di masa dulu ketika dunia terasa damai jauh dari prasangka dan ketika dunia terasa indah tanpa intrik-intrik, sebagai insan tak selamanya benar juga tak selamanya salah.

Optimis menghadapi kehidupan semua pasti ada jalannya, tak ada jalan yang tak berliku, tak ada kehidupan tanpa ujian semua sesuai takarannya.

Pagi, kopi dan laptop perpaduan yang sangat serasi untuk sebuah kabar, kopi dan laptop tak terpisahkan seperti kopi dan aromanya, seperti gula dengan rasa manisnya, juga seperti Adam dan Hawa.

Ikhtiar selagi masih hidup karena Tuhan tidak suka pada makhluk yang cengeng penuh putus asa

Pada pagi penuh harap memenuhi ruang sampai malam menjelang, pagi selalu memberi semangat dan gairah untuk memulai kehidupan, lihatlah bunga-bunga terlihat segar ketika pagi menjelang itulah gambaran kehidupan.

Alam seolah merasakan gundahan insan ketika semua dirasakan tidak adil, hujan menghilangkan amarah yang tersimpan dilubuk hati tak perlu saling menyalahkan

Pada hati selalu berkata bersabarlah, ketika semua terasa menyesakkan dada, tersenyumlah katakan pada diri tidak selamanya udara panas.

Ambil hikmah dalam sebuah perjalanan, pelajaran hidup semua makhluk hidup menjalani ujian masing-masing, percayalah cahaya masih ada seperti purnama selalu sempurna bulatnya.

ADSN1919

Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Tentang Penulis: Rumah Fiksi 1919

Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan

7 thoughts on “Pagi, Laptop dan Kopi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.