Diwa1919

Berawal dari Medan, Sumatera Utara, 2 Mei 1998. Para mahasiswa berunjuk rasa. Ada sentimen anti-polisi. Ada kebencian di situ. Berbagai infrastruktur dan fasilitas aparat keamanan dirusak dan dihancurkan. Hingga pada 4 Mei 1998, sekelompok pemuda melakukan aksi pembakaran di beberapa titik di kota Medan. Sungguh anarkis.

Keadaan sesudah itu semakin mencekam. Di Jakarta, aksi demo krisis moneter para mahasiswa menelan empat korban jiwa. Dan siapa sangka, peristiwa tewasnya empat mahasiswa Universitas Trisakti di bulan Mei 1998 itu menjadi pemicu amuk massa yang menuntut pengunduran diri Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Kamis, 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundurkan diri. Wakil Presiden, B.J. Habibie, melanjutkan roda pemerintahan menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia dengan membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan.

Pixabay.com Aku sengaja mengintai sampai di mana cahaya matahari membelai gigil pagimenyampaikan pesan paling hangatdari tajuk rencana hari ini Ternyata aku menemukanmosaik paling romantisdari sisa-sisa gerimisdi permukaan daun Kambojayang mulai bersajak atas

https://images.pexels.com Salim menendang batu kerikil di depannya sekuatnya.  Kesal! Sebal! Ujian hari terakhir ini sangat menyebalkan.  Dia sudah belajar semalaman berlatih soal yang katanya ‘bocoran’, ternyata yang keluar di ujian

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.