ALAT MITIGASI KONFLIK GAJAH (MERIAM KARBIT)

oleh -189 views

Sejarah Alat Mitigasi Konflik Gajah (Meriam Karbit)

Meriam karbit adalah salah satu alat mitigasi konflik Gajah yang dikembangkan oleh Syamsuardi. Syamsuardy sendiri saat ini telah mendirikan Lembaga Jejaring Hutan Satwa-PJHS yang memiliki misi salah satunya adalah mendukung dan mempromosikan upaya-upaya pelestarian flora dan funa kunci. Bentuk dan ukuran dari alat mitigasi gajah buatannya ini sudah mengalami beberapa kali perubahan hingga sampai kepada bentuk dan ukuran yang sekarang ini. Jika pada awal-awal rancangannya, alat mitigasi konflik Gajah ciptaannya ini terbuat dari kaleng bekas minyak rem, maka dari 2007 sampai sekarang ini tabung meriamnya telah dibuat dengan menggunakan besi pipa bekas.

Syamsuardi merubah tabung meriamnya yang semula terbuat dari kaleng bekas minyak rem, menjadi tabung yang terbuat dari besi pipa bekas karena berdasarkan pengalamannya, tabung Meriam yang terbuat dari bekas minyak rem ini tidak mampu bertahan lama, sehingga rata-rata tabung meriamnya itu hanya mampu digunakan selama 3 bulan dan setelahnya itu mengalami kebocoran.

www.domainesia.com

Menurut Syamsuardy, meriam karbit yang dia ciptakan ini bukanlah alat untuk menakut-nakuti gajah liar, namun meriam karbit ini dia perumpamakan sebagai alat ‘komunikasi” antara tim/orang yang melakukan penanganan konflik gajah dengan kawanan gajah, “intinya meriam ini adalah alat komunikasi,” ucapnya lagi. Oleh karena itu meriam karbit ini hanya digunakan pada saat gajah liar berada di areal tertentu.

Meriam karbit ciptaannya itu saat ini telah banyak dipakai untuk mitigasi konflik Gajah di beberapa daerah itu, menurut Syamsuardy alat meriam karbit buatannya itu hanyalah media untuk melengkapi teknik mitgasi konflik antara Gajah dengan manusia. Suara yang berasal dari Meriam karbit ini adalah sebagai sarana komunikasi antara tim mitgasi dengan kawanan Gajah liar agar mau meninggalkan areal atau wilayah tertentu sesuai keinginan dari tim mitigasi itu sendiri.

Masih menurut Syamsuardy, efektifitas suatu alat sangat ditentukan oleh kemahiran orang yang mengunakannya, sehingga, memahami cara kerja alat ini sepertinya sudah menjadi keharusan bagi orang-orang yang berkerja atau orang yang berada di areal konflik gajah dan manusia.

Berikut ini adalah alat dan bahan untuk membuat Meriam karbit sebagai upaya untuk melakukan mitigasi konflik antara Gajah dengan Manusia.

Alat dan Bahan  Alat Mitigasi Konflik Gajah (Meriam Karbit)

  1. Tabung Meriam
  • Tabung meriam terbuat dari Pipa besi bekas dengan ukuran 3”, dengan panjang 18 Cm.

2.  Lobang untuk memasukan karbit :

  • Jarak dari dasar tabung sekitar 5-6 cm
  • Lebar lobang  1 cm X 1 Cm
  • Pipa yang berfungsi sebagai penghubung anatar tabung dengan vipa paralon dengan ukuran 0.5 “ dengan panjang yang muncul kepermukaan tabung 2.5 cm.
  • Bagian dasar Pipa di tutup mati dengan seng plat jangan samapi ada yang bocor demikian juga dengan bagian atas udara hanya bisa keluar lewat kepala tabung meriam yang ukuran 0.5 Cm.
  • Telinga tabung dibuat juga dari besi ini berfungsi untuk  menyatukan Pipa dengan vipa paralon karna pada bagian ini nantinya yang akan diikat dengan tali karet ban dalam bekas motor ( bukan mobil).

B. Pipa Paralon

1. Pipa paralon yang digunakan  dengan ukuran 3”

  • Pipa paralon utama dengan ukuran panjang 1 meter

2. Pipa paralon pelapis yang digunakan juga Pipa ukuran 3”

  • Panjang Pipa 20 cm
  • Salah satu bagian sisi tabung di belah dengan alat pemotong (gregaji besi), bukan Pipa dibelah menjadi dua.

C. Tali pengikat.

  • sebaiknya digunakan tali dari ban dalam bekas karna lebih lentur dengan ukuran 1 cm panjang disesuaikan dengan bahan baku untu satu meriam minimal 4 lembar tali karet .

D. Kayu

  • Kayu digunakan untuk menutup bagian belalang meriam supaya angin yang dihasilkan oleh karbit nantinya hanya keluar pada bagian depan saja ini untuk memaksimalkan suara yang dihasilkan oleh meriam.
  • Bentuk dan ukuran kayu, kayu dibuat sedemikian rupa (bulat) sehingga nantinya bisa dimasukan kedalam tabung meriam dengan ukuran panjang  6 s.d 7 cm

E. Paku

  • Paku yang diguanakan adalah paku teralis ( paku ini hanya pendek namun memiliki kepala paku yang lebar.

F. Alat untuk membakar kepala tabung.

  • Kompor/buat api dari kayu kering, di gunakan untuk memanaskan kepala meriam  untuk membuat lobang pada Pipa paralon sehingga lobang yang dihasilkan pas dengan Pipa yang akan dimasukan kedalam Pipa paralon.  

G. Palu

H. Gergaji besi dan kayu.

  • Gergaji Besi untuk memotong paralon
  • Gergaji Kayu untuk memotong kayu penutup bagian belakang paralon.

Tentang Penulis: Warkasa 1919

Gambar Gravatar
Ruang Berbagi & Informasi

No More Posts Available.

No more pages to load.