Pemilik at Rumahfiksi.com
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan
Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Desember tiba dengan hembusan angin sejuk yang membelai pipi. Bulan terakhir dalam tahun ini sering kali diiringi oleh hujan yang turun dengan lembut. Di tengah suasana yang sepi, kesendirian pun

Pemilik at Rumahfiksi.com
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan
Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Letih terasa ketika beban belum usai, menyesakkan dan membuat langkah perlahan, terus berjalan menghalau rintangan, cahaya tetap ada dan semakin mendekat. Aroma kopi hitam menyeruak terhirup memenuhi ruangan, melupakan beban

Pemilik at Rumahfiksi.com
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan
Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Tentang Sebuah Cerita Apakah kau tau, apa yang Ia ceritakan tentangmu? Tentang kekhawatirannya? Tentang cintanya? Cara Ia melindungimu yang tak pernah engkau tau. Aku hanya bisa tersenyum mendengar rangkaian cerita

Di Kaki Langit Tangga langit terlihat di antara pelangi yang menghiasi angkasa. Di kaki langit kulihat jiwa-jiwa yang tenang terus berjalan, menaiki anak-anak tangga yang menembus batas antara kehidupan dan

, ,

Pemilik at Rumahfiksi.com
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan
Rumah Fiksi 1919
Latest posts by Rumah Fiksi 1919 (see all)

Senja ini hujan membuat kuyup bumi tempat berpijak, ada keresahan tentang pintu yang ditutup kembali. Dibalik pintu bisikan-bisikan terdengar, entah benar atau salah sudah tak dihiraukan. Kebencian sudah merasuki akal

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.