Beberapa Tips Menjadi Pendengar dan Pencerita

oleh -82 views

Pendengar

Tuhan menciptakan sepasang telinga dan satu mulut yang dipagari oleh gigi.

www.domainesia.com

Mengapa telinga manusia di ciptakan sepasang dan tertak di kanan dan kiri? Mungkin Tuhan sengaja menciptakan sepasang telinga yang berada di sebelah kanan dan kiri kepala agar manusia dapat menyaring informasi dari dua pihak yang berbeda.

Kanan biasanya di jadikan simbol untuk hal-hal baik dan kiri adalah sebaliknya. Mungkin dengan diciptakannya sepasang telinga yang berada di kanan dan kiri, Tuhan menginginkan agar manusia mampu memilah dan memilih, mana informasi yang baik dan mana informasi yang kurang baik, sebelum sampai ke akal dan diputuskan oleh pikirannya. Tujuannya agar orang tidak hanya percaya pada satu pihak pihak saja.

Mungkin lebih mudahnya begini, satu telinga untuk mendengar pihak pertama dan satu telinga lagi untuk mendengarkan informasi dari pihak kedua.

Telinga kanan dan kiri menyatukan informasi yang berimbang, agar apa yang nanti diucapkan berdasarkan keputusan akal dan pikiran yang bisa menyejukkan perasaan orang lain tatkala sedang memberi masukan.

Seringkali kita dapati beberapa orang yang hanya ingin didengar apa yang diucapkannya tanpa mau mendengar ucapan orang lain.

Ada beberapa contoh kasus yang bisa kita tampilkan untuk menggambarkan tentang topik pembahasan kita kali ini, yaitu tentang “Beberapa Tips Menjadi Pendengar dan Pencerita” yang baik.

Mungkin kita pernah mengalami, ketika pembicaraan kita belum selesai sudah dipotong. Dan seseorang yang harusnya mendengarkan ucapan kita itu malah sudah menyimpulkan sendiri, tanpa memahami apa yang tengah dibicarakan oleh lawan bicaranya.

Orang bijak pernah mengatakan, “Alangkah bijaknya bila ada orang ingin curhat, sebaiknya didengarkan saja dulu, dan setelah lawan bicara selesai menyampaikan unek-uneknya dan buah pikirannya barulah ambil kesimpulan, tentu saja setelah melewati beberapa tahap penyaringan yang menggunakan akal dan pikiran, tujuannya untuk mencari solusi yang terbaik bagi permasalahan orang yang bercerita tadi.”

Mungkin kita pernah menemukan kondisi dimana ada seseorang yang ingin mengeluarkan isi beban pikirannya kepada kita tanpa minta ditanggapi, dia hanya ingin didengarkan saja curahan isi hatinya, biar segala beban yang terasa memberatkan pundaknya terasa lebih ringan setelah ia selesai bercerita.

Rumah Fiksi 1919

Tentang Penulis: Rumah Fiksi 1919

Gambar Gravatar
Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena akan membuatku binasa secara perlahan